Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 September 2017

Memanjakan Lidah Dengan Gethuk Golan

Wakoka.Co.Id – Pernah dengar Nama Desa Golan ?. Jika anda orang asli Ponorogo tentu tak asing dengan legenda perseteruan desa Golan dan Mirah. Tetapi kali ini kita tidak akan membahas itu. Kita akan membahas makanan khas dari desa Golan Kabupaten Ponorogo yaitu “Gethuk Golan”.
Dahulu lebih dari 70% penduduk desa Golan membuat dan menjual gethuk ini. Waktu itu, gethuk yang di buat masyarakat desa Golan masih gethuk murni berwarna putih berbahan utama singkong tanpa ada tambahan gula merah. Namun saat ini hanya tinggal sekitar 12 orang yang masih bertahan memproduksi dan menjual Gethuk Golan.
Ada banyak alasan mengapa getuk Golan menjadi legenda. Dari segi tampilan dan rasa, getuk Golan memang berbeda dari getuk biasa. Jika getuk biasa adalah olahan singkong yang ditumbuk bersama gula jawa,getuk Golan disajikan bersama ketan/jadah ,taburan parutan kelapa dan cairan gula kelapa yang manis. Daya tarik kedua adalah dari segi harga.bayangkan,di jaman serba mahal ini getuk Golan dapat anda nikmati dengan harga 1000 rupiah. Di sajikan di atas daun pisang, tampilan tradisional sangat kental dirasakan.
Untuk mendapatkan gethuk Golan yang asli, mau tak mau anda harus pergi ke desa Golan.  Dari pusat kota ( Pasar Legi ) lurus ke arah barat krg lebih 5 km hingga perempatan Kerun Ayu, belok ke utara 1 km sampai di desa Golan. Ada plang Getuk Golan di jalan Srikaton , masuk ke arah barat 100 meter. Anda tanya orang saja, banyak yang tahu.
Jika anda tidak berminat pergi ke desa Golan, anda masih bisa menikmati gethuk Golan yang dijual di kota Ponorogo. Tepatnya di jalan Singodemejo atau lebih dikenal dengan nama Jalan Baru, tepatnya disebelah selatan Stadion Batoro Katong Ponorogo. Di penjual yang satu ini ada 5 macam yang ditawarkan dari olahan gethuk. Yaitu Gethuk Ketan, Gethuk Gatot, Gethuk Thiwul, Gethuk Trio dan Gethuk Goreng. Gethuk Golan nan legit penuh histori ini bisa anda dapatkan dengan kisaran harga Rp.1500 hingga Rp.3000 saja.

Sensasi Kenikmatan Nasi Thiwul Goreng

Tiwul Goreng, Siapa sangka Nasi Tiwul yang biasanya dicap sebagai makanan orang miskin ini bisa terasa begitu enak setelah menjadi nasi tiwul goreng. Apalagi dengan lauk ikan goreng dan dimakan dalam suasana yang sejuk serta perut lapar.
Nasi tiwul saat ini sangat sulit dicari, bahkan di desa-desa keberadaan nasi tiwul juga jarang
ditemui. Cap “Makanan orang miskin” yang dilekatkan banyak orang dan media membuat banyak orang
menjadi malu untuk makan nasi tiwul. Padahal ditinjau dari kandungannya Tiwul tidak kalah dari
beras.Tetapi kali ini kita tidak akan membahas masalah tiwul dan beras.
Tiwul goreng memang sudah lama diakui kelezatannya oleh banyak orang. Sayang karena tiwul susah dicari, nasi tiwul goreng pun menjadi semakin langka.
Tapi jangan salah, Di ponorogo, tepatnya di sekitar Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel Ponorogo. Masih ada beberapa warung yang menjajakan nasi tiwul goreng.
Yang istimewa dari tiwul goreng ngebel adalah bahan dasarnya. Di Ngebel dan sekitarnya Gaplek dibuat dengan merendam singkong yang sudah dikupas di air yang mengalir. Air yang jernih serta belum tercemar di sekitar ngebel menghasilkan Gaplek kualitas terbaik. Makanya, ketika sudah jadi nasi tiwul rasanya enak dan warnanya coklat terang. Tidak coklat tua atau coklat kehitaman seperti tiwul-tiwul dari daerah lain.
Satu lagi yang tidak boleh terlewatkan saat menyantap nasi tiwul goreng di ngebel adalah Ikan “Ngongok” goreng. Ikan yang satu ini adalah ikan endemis telaga ngebel. Jadi anda tidak akan menemui ikan ini di tempat lain. Ikan “Ngongok” mempunyai daging agak tebal dengan rasa yang khas. Tetapi jika ikan yang satu ini habis atau tidak tersedia masih ada ikan nila goreng yang juga tak kalah gurihnya.
jadi jika anda mengunjungi telaga ngebel, selain menikmati keindahan alamnya. Coba juga nikmati menu yang satu ini.

Sate Kopok

Setelah kemarin berjalan-jalan menyusuri Pasar Hewan Jetis, tak lengkap rasanya jika tidak mampir sejenak menikmati salah satu khazanah kuliner khas Ponorogo. Ya, banyak orang menyebut dengan Sate Kopok, tapi saya dan keluarga saya sering menyebut makanan itu dengan Sate mBalong. Entah mana yang lebih dulu digunakan untuk menyebut sate ini. Sate Kopok (aka Sate mBalong) biasanya disajikan dalam keadaan hangat seperti kebanyakan penyajian sate lainnya. Setelah Berbeda dengan Sate Ponorogo yang disajikan dengan sambal kacang yg khas sate ini disajikan dengan sambal yang bercampur santan kental yang memang seperti kopok. Selain dicelupkan sambal kemudian disajikan dengan kuah yang berwarna kuning dan juga sayur lotho/tholo biasanya juga bercampur tempe. Dengan hanya 7-10 ribu rupiah saja kita dapat menikmati salah satu khazanah kuliner nusantara. Mungkin suatu saat Pak Bondan harus ke Ponorogo untuk menikmati makanan ini dan membedah resep makanan ini. Yang cukup menarik, jajanan ini disajikan dalam pasar mingguan seperti Pasar Pahing, atau Pasar Wage. Selain membeli barang kebutuhan kita juga akan disuguhkan makanan ini. Jika berkunjung ke Pasar Hewan bisanya para blantik/makelar sapi adalah penikmat utama makanan ini. Mengingat hanya disajikan dalam hari pasaran saja, bisa mulai dipikirkan untuk membuka warung/lapak di tempat strategis. Atau bahkan menembus restoran-rumah makan dikwwasan perkotaan. Silahkan dicoba, jika berada di daerah Jetis atau Ponorogo silahkan mampir ke tempat saiya yang berjarak tak sampai 200M.

Selasa, 05 September 2017

Sebungkus Go Gegok Penuh Kenikmatan

Kuliner Ponorogo bukan hanya sate, nasi pecel, jenang mirah ataupun dawet jabung. Satu lagi rekomendasi kuliner Ponorogo laik cicip adalah go gegog atau sego gegog.
Go gegog, masakan tradisional berbungkus godhong gedang atau nasi bungkus daun pisang ini dapat ditemukan di kawasan Prajuritan, Ponorogo.
Sejatinya go gegog  ini adalah nasi berbumbu lengkap dengan lauknya. Cara memasaknya pun cukup sederhana. Nasi setengah matang diberi bumbu berupa parutan kelapa dan rempah-rempah lainnya, daun kemangi dan bermacam lauk, baru kemudian dibungkus dengan daun pisang.
Usai dibungkus lalu dikukus sampai matang di atas tungku kayu bakar. Aroma sego gegog ini tercium begitu khas.
Pilihan lauk untuk sego gegog pun beragam. Ada gegog ayam, jamur, ikan salem, jeroan. Ada juga gegog lamtoro, ontong, tempe yang semuanya begitu nikmat. Lebih nikmat lagi jika disantap dalam keadaan masih hangat.
Citarasanya gurih, pedas dan mengenyangkan. Aroma yang khas perpaduan antara daun pisang dan kemangi semakin menggugah selera makan. Tak heran jika go gegog selalu dicari penikmatnya. Ada yang dimakan langsung di warung, ada juga yang memesannya untuk keperluan acara.
Menu ini sangat menarik, dapat langsung dinikmati karena lauk sudah menyatu di dalamnya. Apalagi saat santap tak perlu mengkhawatirkan soal harga. Hanya dengan lima ribu saja sudah bisa menyantap go gegog dengan berbagai pilihan rasa.
Penasaran? Sempatkan mampir di warung sederhana go gegog jalan Puspowarno, Prajuritan, Ponorogo. Dijamin, Anda akan ketagihan.
 
Blogger Templates